saat ini perilaku elit sedang sedang disorot masyarakat. Bagaimana
tidak perilaku yang sekarang terjadi adalah merupakan gaya elit yang
kurang menghargai keinginan masyarakat. Bayangkan bagaimana para pejabat
atau para anggota DPR yang terhormat dengan perasaan tidak bersalah
menghabiskan uang rakyat miliaran rupiah keluar negeri hanya untuk
jalan-jalan yang tidak tahu arah tujuannya.
Kondisi tersebut
sangat memperihatinkankan dan melukai hati masyarakat. Pada dasarnya
masyarakat memberikan satu argumen bahwa apabila uang rakyat dikumpulkan
oleh rakyat seharusnya dapat digunakan oleh para elitnya untuk
kepentingan rakyat juga. Bukan untuk kepentingan elit. Kepentingan
rakyat sudah tergadaikan oleh kelicikan para elit untuk melingkari
kehidupan masyarakat agar bisa terkungkung menjadi menjadi kehidupan
yang selalu tergantung oleh elit.
Hal
tersebut baru satu permasalahan perilaku yang muncul dalam lingkaran
elit. Seperti apa yang telah disampaikan oleh Fajroel Rahman aktifis
plagiat anti korupsi menyampaikan bahwa kasus korupsi elit diIndonesia
sudah seperti spiral, dimana lingkarannya dari kecil menjadi besar dan
sangat besar. Oleh karena itu penanganan korupsi tidak bisa hanya
ditangani oleh KPK saja atau pihak penegak hukum saja tapi harus seluruh
warga Indonesia yang perduli dengan keutuhan bangsa ini. Ironis memang
apabila kita melihat kenyataan ini, tapi inilah kenyataan yang terjadi
dinegara ini.
Dari kedua kondisi tersebut maka
perilaku yang berpoya-poyanya elit politik dalam menghamburkan uang
rakyat sampai kepada korupsi yang sudah mengakar menjadikan kanker yang
sulit untuk disembuhkan. Namun bangsa Indonesia masih punya optimistis
untuk mencari jalan keluarnya yaitu seperti solusi yang ditawarkan oleh
kelompok aktifis jalanan antara lain dengan melakukan revolusi sosial
dan reformasi secara utuh sistem aparatur negaranya dan para elit
politiknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar