Rabu, 23 Januari 2013

Anomali Perilaku elit

saat ini perilaku elit sedang sedang disorot masyarakat. Bagaimana tidak perilaku yang sekarang terjadi adalah merupakan gaya elit yang kurang menghargai keinginan masyarakat. Bayangkan bagaimana para pejabat atau para anggota DPR yang terhormat dengan perasaan tidak bersalah menghabiskan uang rakyat miliaran rupiah keluar negeri hanya untuk jalan-jalan yang tidak tahu arah tujuannya.
Kondisi tersebut sangat memperihatinkankan dan melukai hati masyarakat. Pada dasarnya masyarakat memberikan satu argumen bahwa apabila uang rakyat dikumpulkan oleh rakyat seharusnya dapat digunakan oleh para elitnya untuk kepentingan rakyat juga. Bukan untuk kepentingan elit. Kepentingan rakyat sudah tergadaikan oleh kelicikan para elit untuk melingkari kehidupan masyarakat agar bisa terkungkung menjadi menjadi kehidupan yang selalu tergantung oleh elit.

Hal tersebut baru satu permasalahan perilaku yang muncul dalam lingkaran elit. Seperti apa yang telah disampaikan oleh Fajroel Rahman aktifis plagiat anti korupsi menyampaikan bahwa kasus korupsi elit diIndonesia sudah seperti spiral, dimana lingkarannya dari kecil menjadi besar dan sangat besar. Oleh karena itu penanganan korupsi tidak bisa hanya ditangani oleh KPK saja atau pihak penegak hukum saja tapi harus seluruh warga Indonesia yang perduli dengan keutuhan bangsa ini. Ironis memang apabila kita melihat kenyataan ini, tapi inilah kenyataan yang terjadi dinegara ini.

Dari kedua kondisi tersebut  maka perilaku yang berpoya-poyanya elit politik dalam menghamburkan uang rakyat sampai kepada korupsi yang sudah  mengakar menjadikan kanker yang sulit untuk disembuhkan. Namun bangsa Indonesia masih punya optimistis untuk mencari jalan keluarnya yaitu seperti solusi yang ditawarkan oleh kelompok aktifis jalanan antara lain dengan melakukan revolusi sosial dan reformasi secara utuh sistem aparatur negaranya dan para elit politiknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar